Tata Kelola Guru Harus Pertimbangkan Supply dan Demand

Sumarna dan Unifah

Jakarta (Dikdas): Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Keberadaannya dibutuhkan oleh sekolah, yayasan, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah. Maka tata kelola guru harus dipandang sebagaisupply dan demand. Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) sebagai institusi yang bertanggung jawab melahirkan para calon pendidik harus memerhatikan hal itu.

“LPTK tidak boleh memproduksi calon guru yang tidak potensial dan bagus,” ujar Sumarna Surapranata, Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, saat membahas diskusi tentang Strategi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Ruang Sidang Gedung D lantai 3 Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 April 2015.

Kebutuhan guru, tambah Sumarna, didasarkan pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab melalui Dapodik dapat diketahui potret kebutuhan guru di suatu daerah. Sumarna mengaku setiap minggu didatangi anggota Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Mereka meminta pasokan guru untuk daerahnya.

“Ketika kita sampaikan data sekolah mereka, mereka terkaget-kaget,” ungkapnya. Sebab, melalui Dapodik, dapat dilihat potret kelebihan dan kekurangan guru secara detail.

Ke depan, Sumarna melanjutkan, Pemerintah Daerah harus memerhatikan peraturan perundang-undangan jika hendak mengangkat guru. Guru, katanya, tidak boleh diangkat jika jenjang pendidikannya di bawah S-1 atau D-4. Guru yang diangkat pun harus sudah mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).

Sementara Unifah Rosyidi, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, mengatakan, hal yang mesti diperhatikan dalam penyiapan guru adalah tata kelola dan good governance. Pemetaan peran dan kompetensi guru, katanya, merupakan program prioritas yang harus dilakukan.

Unifah berharap, dengan hadirnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan pada struktur baru Kemendikbud, peningkatan kompetensi guru diperhatikan. “Pesan penting bagi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan adalah soal desain untuk peningkatan kompetensi guru,” ujarnya.* (Billy Antoro)

Pos ini dipublikasikan di Kabar Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s